Pola Makan Puasa Tak Terjaga, Penyakit Meraja

02 June 2017 | 10:54



Sudah menjadi fenomena umum di bulan Ramadhan bermunculan pusat-pusat kuliner yang menyuguhkan berbagai pilihan makanan/jajanan/minuman yang menggugah selera untuk di coba dan membuat banyak orang lebih tertarik untuk berbuka di luar rumah. Tren buka puasa bersama belakangan ini juga semakin menggila, karena hari gini... setiap orang terhubung dengan berbagai grup medsos sehingga banyak yang sudah punya seabrek jadwal buka puasa bersama. Hari ini buka bersama karyawan kantor, besok bukber dengan alumni  SMP, lusa bukber alumni SMA/kuliah, berikut dengan grup medsos sehobi/seprofesi, next bukber entah dengan grup medsos yang mana lagi.

Sebenarnya tidak ada yang perlu dikuatirkan sepanjang pilihan/jenis, kombinasi dan porsi makanan yang anda konsumsi memenuhi kaedah makan sehat selama berpuasa.  Yang jadi masalah adalah menu di saat bulan  ramadhan umumnya lebih spesial dibandingkan hari biasa. Porsi makanan manis dan berlemak/berkolesterol tinggi menjadi lebih banyak/sering dari biasanya. Suasana bukber yang menyenangkan hati, juga membuat seseorang tanpa sadar makan lebih banyak dari biasanya.  

Bila kita terjerat dengan kondisi di atas, alih-alih memperbaiki status kesehatan sebagaimana janji faedah bulan Ramadhan, malah penyakit yang bakal datang. Diperparah lagi selepas Ramadhan anda bertemu dengan menu Lebaran yang aduhai lebih menggoda.

Gula dan lemak/minyak dalam panduan gizi seimbang seharusnya dikonsumsi dalam jumlah minimal.  Jika berlebihan akan memberikan dampak negatif antara lain peningkatan kadar lemak/trigliserid, kolesterol total dan LDL bahkan membuat berat badan jadi bertambah serta masalah pencernaan. Inilah alarm bahaya pola makan salah karena kehilangan kontrol atas jumlah  dan jenis makanan yang masuk, mengambil semua yang disuka tanpa memilah

Sebenarnya puasa  membuat beban kerja metabolisme tubuh menjadi lebih ringan bahkan secara bergantian organ-organ tertentu diistirahatkan. Proses detoksifikasi dalam tubuh pun maksimal.  Karena itu mestinya puasa membuat status kesehatan menjadi lebih baik bahkan meringankan/memulihkan berbagai penyakit, asal dilakukan dengan benar yakni konsumsi kalori yang cukup, minum yang cukup, aktivitas cukup tidak berlebihan dan jangan lupa mengakhiri sahur.  Bila perlu lengkapi dengan suplemen-suplemen berbasis nutrisi untuk menambah stamina/daya tahan tubuh.

Konsumsi rutin Supergreen Food 2x 5 tablet, baik untuk melengkapi nutrisi (asam amino, vitamin dan mineral) yang mungkin kurang selama berpuasa agar fungsi organ-organ dan imun tubuh tetap berjalan optimal. Lengkapi dengan Vitayang Omega 3 atau Fish Oil EPO selama bulan Ramadhan setelah berbuka dan makan sahur  (makan besar) masing-masing 1 softgel  sangat bermafaat mengoptimalkan metabolisme lemak untuk mengantisipasi konsumsi lemak berlebihan selama bulan puasa.  Bagi Anda yang telah berusia 30 tahun ke atas sebaiknya juga mengkonsumsi Vitayang Q-10 satu tablet setelah makan sahur agar tidak mudah lelah selepas jam 12 siang hingga beduk magrib, karena Q-10 akan mengaktifkan perapian/energi sel dikala tubuh mulai kekurangan energi.

Khusus bagi anda yang telanjur bermasalah dengan kadar lemak/kolesterol darah tinggi, konsumsi Vitayang Bekatul Beras Merah adalah pilihan alami dan aman untuk membantu mengatasi kelebihan kadar lemak/ kolesterol, cukup 1-2 kapsul setiap setelah makan besar.  Vitayang Bekatul Beras Merah terbuat dari ekstraksi bekatul/kulit ari dari beras merah dengan kandungan bahan aktif Gamma Oryzanol yang bermanfaat menurunkan penyerapan lemak dan Proantosianidin serta Polifneol  yang akan meningkatkan metabolisme lemak dan menurunkan sifat adesif (lengket) lemak/kolesterol pada dinding pembuluh darah (mencegah penyumbatan pembuluh darah).